Alunan Gamelan Dan Angklung Nemembus Alunan Sampai Luar Negeri


Alunan Gamelan Dan Angklung Nemembus Alunan Sampai Luar Negeri


https://kampunginggrisalazhar.co.id/ // Gamelan angklung adalah salah satu jenis orkestra yang paling populer di Bali, membutuhkan sekitar dua puluh musisi. Disetel ke skala empat nada dalam slendro tuning, gamelan angklung menyajikan lanskap musik yang ceria, terbuka, dan berirama rumit, diekspresikan dalam keagungan cairan dari repertoar tradisionalnya.

Baca juga info : kursus bahasa inggris


Potongan angklung tradisional adalah permata dari konstruksi melodi dan keseimbangan klasik, yang menentang batasan skala empat nada yang sempit. Ada ribuan komposisi angklung, karena banyaknya orkestra di pulau itu, dan fakta bahwa setiap kelompok mengembangkan varian karya daerahnya sendiri, atau komposisi unik. Namun instrumentasinya cukup seragam, terdiri dari dua belas metalofon 4-kunci, reong delapan gong-lonceng, kendang (drum), ceng-ceng (cymbal), kempur (gong tersuspensi), berbagai pot perunggu kecil yang digenggam, dan suling. (seruling bambu).

Baca juga info : info biaya kursus bahasa inggris


Angklung populer di seluruh dunia, tetapi berasal dari provinsi Jawa Barat dan Banten di Indonesia, dan telah dimainkan oleh orang Sunda selama berabad-abad. Angklung dan musiknya telah menjadi identitas budaya masyarakat Sunda di Jawa Barat dan Banten. Bermain angklung sebagai orkestra membutuhkan kerja sama dan koordinasi, dan diyakini untuk mempromosikan nilai-nilai kerja sama tim, saling menghormati dan harmoni sosial. 

Baca juga info : kursus bahasa inggris di al azhar pare


Alunan Gamelan Jawa dimainkan 12 muda-mudi warga Swiss berusia 8-29 tahun. Mereka tergabung dalam The Center of Gamelan Training and Performance in Sion menyambut kedatangan tamu undangan yang hadir pada resepsi diplomatik Peringatan HUT RI ke-73 yang diadakan KBRI Bern, Swiss.
Pensosbud KBRI Bern menyebutkan resepsi diplomatik dihadiri 300 tamu undangan. Mereka terdiri dari kalangan korps diplomatik, pejabat Pemerintah Swiss, kalangan pengusaha, akademisi, seniman, diaspora Indonesia dan friends of Indonesia.

Baca juga info : kursus bahasa inggris di pare


Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, Muliaman D.Hadad menyambut undangan yang dimanjakan tidak hanya pertunjukkan Gamelan Sion tetapi juga persembahan tari tradisional Bali.
Panyembrama dan tari Cenderawasih, yang dibawakan mahasiswa Swiss pecinta budaya Indonesia, Amadine Mareschi. Dia tertarik pada tari Bali yang ditekuninya sejak berusia enam tahun.

Baca juga info : Info kampung inggris pare


Anggota Dharma Wanita Persatuan KBRI Bern turut memeriahkan malam itu dengan permainan alat musik Angklung. Mereka membawakan lagu-lagu nusantara seperti Apuse, Gambang Suling dan Ayo Mama. Mendapatkan sambutan hangat tamu undangan Swiss, anggota DWP KBRI Bern juga membawakan tembang tradisional Swiss, Hemmige.
Di bawah bimbingan Lia Fossati, pengajar Angklung di Swiss, para anggota DWP ini juga berhasil menyihir pengunjung Asia Festival yang diselenggarakan satu hari sebelumnya di kota Bern.
Resepsi Diplomatik juga menjadi ajang promosi kekayaan kuliner Indonesia. Para tamu undangan menikmati berbagai hidangan khas nusantara seperti nasi goreng, sate ayam, rendang, gado-gado, dan penganan kecil khas seperti lapis legit.
Kuliner Indonesia selalu dinantikan tamu asing dan dirindukan diaspora Indonesia di wilayah akreditasi. Ornamen-ornamen tradisional dari berbagai daerah di Indonesia turut menghias tempat penyelenggaraan dan menjadi daya tarik tersendiri.
Resepsi Diplomatik di akhir pengujung Agustus ini, menutup rangkaian peringatan HUT RI ke-73 KBRI Bern. Tidak sekedar perhelatan meriah, kegiatan yang dinanti-nantikan berbagai kalangan dan sukses menuai pujian para tamu undangan ini.

Comments

Popular posts from this blog

Pentingnya Orang Tua Membangun Komunikasi Dengan Anak

Utamakan Keselamatan ! Ini Trik nya

Siapakah Pemilik Kebun Yang Disebutkan Didalam Al-Qur’an ini?