Para Pedagang Hewan Kurban Di Ternate Keluhkan Sepi Pembeli
Para Pedagang Hewan Qurban Di Ternate Keluhkan Sepi Pembeli
http://kursusinggrispare.com/ //Qurbani atau Udhiyah seperti yang dikenal dalam bahasa Arab, adalah kata yang menggambarkan pengorbanan binatang kepada Allah (swt) selama periode Idul Adha.
Pada Idul Adha, yang menandai selesainya peziarahan Haji tahunan, dunia Muslim merayakan dan menghormati tradisi Nabi Ibrahim (Alahi Salaam) dengan mengorbankan hewan dan mendistribusikan daging kepada mereka yang membutuhkan.
Baca juga info : kursus bahasa inggris
Hewan-hewan yang akan disembelih di Qurban adalah kambing, domba, sapi (sapi atau lembu), kerbau atau unta. Menurut aturan Qurbani, mereka bisa pria atau wanita, tetapi harus dalam keadaan sehat, bebas dari cacat atau cacat, dan di atas usia tertentu.
Kambing dan domba harus berusia setidaknya satu tahun, sedangkan sapi harus dua tahun, dan unta lima tahun. Hewan Qurban memiliki saham. Domba dan kambing masing-masing memiliki satu saham, unta dan ternak masing-masing memiliki tujuh bagian. Jadi untuk satu orang, Qurbani dipenuhi dengan domba atau kambing. Hingga tujuh orang dapat berbagi dalam pembelian sapi atau unta, dan pengorbanan akan dilakukan untuk tujuh orang.
1 hewan kecil (Domba atau Kambing) = 1 Qurbani
1 hewan besar (Sapi) = 7 Qurbanis
Baca juga info : kursus bahasa inggris di al azhar pare
Anda dapat membuat sebanyak mungkin Al Qurbanis - seperti dua atau tiga bagian sapi - dan atas nama sebanyak mungkin orang yang Anda sukai, termasuk mereka yang telah meninggal.
Namun, sejumlah pedagang hewan kurban di Ternate, Maluku Utara (Malut) mengeluhkan sepinya transaksi baik kambing maupun sapi. Padahal sebentar lagi sudah memasuki Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah. "Saya baru menjual enam ekor kambing untuk hewan kurban, sedangkan untuk sapi belum ada laku, padahal tahun-tahun sebelumnya mendekati Hari Raya Idul Adha seperti sekarang ini sudah bisa menjual puluhan ekor," kata salah seorang pedagang hewan kurban di Kawasan Benteng Oranje Ternate, Aryanto Muhammad di Ternate, Selasa (21/8).
Baca juga info : kursus bahasa inggris di pare
Pedagang hewan kurban yang mengaku sudah menggeluti usaha itu sejak 19 tahun silam itu telah menyediakan lebih dari 100 ekor kambing dan 27 ekor sapi untuk hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini. Namun ternyata pembelinya tidak seperti yang diharapkan.
Bahkan, dia tidak mengetahui mengapa pembeli hewan kurban tahun ini sepi, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Walaupun ia mengakui harga hewan kurban tahun sedikit lebih mahal dibandingkan dengan tahun lalu.
Baca juga info : daftar kursus inggris pare
Menurut dia, untuk kambing dijual dengan harga paling murah Rp 2 juta dan paling mahal di atas Rp10 juta. Sementara sapi paling murah Rp12,5 juta dan paling mahal Rp19 juta per ekor. Sementara tahun sebelumnya untuk kambing ada yang harganya Rp1,5 juta dan sapi Rp10 juta per ekor.
Dia berharap sebelum Hari Raya Adha yang jatuh pada 22 Agustus 2018 akan banyak pembeli hewan kurban, karena biasanya masyarakat membeli hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha untuk memudahkan mengantarkan ke masjid atau tempat tertentu pemotongan hewan kurban.
Baca juga info : daftar kursus kampung inggris pare
Sepinya pembeli hewan kurban diduga selain karena harga juga masyarakat mengeluarkan dana yang cukup besar untuk kebutuhan pendidikan. Sebab hari raya kurban hampir bersamaan dengan musim tahun ajaran baru.
Sementara itu, pemantauan di sejumlah masjid di Ternate juga terlihat belum banyak menerima hewan Qurban dari masyarakat, di Masjid Raya Al-Munawwar Ternate misalnya baru menerima enam ekor sapi.

Comments
Post a Comment