Sejumlah Relawan Gempa Di Lombok Dinilai Memerlukan Penanganan Psikososial
Sejumlah Relawan Gempa Di Lombok Dinilai Memerlukan Penanganan Psikososial
https://kampunginggrisalazhar.co.id/ //Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Nusa Tenggara Barat (NTB), Muslimin mengatakan relawan yang ikut membantu penanganan gempa Lombok juga perlu mendapatkan penanganan psikososial. Itu mengingat pengalaman yang mereka jumpai di lokasi bencana.
Baca juga info : kursus bahasa inggris
Arti dari psikososial adalah Pendekatan psikososial melihat pada individu dalam konteks pengaruh gabungan yang faktor psikologis dan lingkungan sosial sekitarnya miliki pada kesehatan fisik dan mental mereka dan kemampuan mereka untuk berfungsi. Pendekatan ini digunakan dalam berbagai profesi membantu dalam pengaturan perawatan kesehatan dan sosial serta oleh para peneliti ilmu kedokteran dan sosial.
"Mereka membantu korban, tentu juga menemukan dan melihat beberapa hal yang mengganggu mereka secara mental," kata Muslimin saat ditemui, di Mataram, Selasa (21/8).
Apalagi, sebagian relawan yang membantu penanganan gempa juga warga Lombok sendiri. Mereka juga memiliki keluarga yang ikut terdampak gempa. Di tengah kecemasan terhadap keamanan keluarganya, mereka tetap menjadi relawan membantu korban gempa. Di sisi lain, juga belum ada kepastian kapan akan berhenti melanda Lombok dan sekitarnya.
"Tentu berbeda dengan relawan dari luar Lombok yang tidak memiliki keluarga di sini. Mereka juga bisa pulang untuk digantikan relawan yang lain," katanya.
Baca juga info : kursus bahasa inggris di al azhar pare
Karena itu, Muslimin berharap pemerintah dan berbagai pihak juga memperhatikan penanganan psikososial relawan yang ikut membantu penanganan gempa Lombok. "Penetapan status gempa Lombok sebagai bencana nasional sedikit banyak juga akan mempengaruhi psikososial relawan," ujarnya.
Gempa masih kerap terjadi di Lombok dan sekitarnya. Tercatat empat gempa di lombok cukup besar yang menimbulkan dampak tidak sedikit, yaitu 6,4 Skala Richter (SR) pada Ahad (29/7) disusul gempa 7 SR pada Ahad (5/8), 6,5 Sr pada Ahad (19/8) siang dan 6,9 SR pada Ahad (19/8) malam.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan 506 orang meninggal dunia akibat gempa. Selain itu, 431.416 orang mengungsi, 74.361 unit rumah rusak dan kerusakan lainnya. Kerusakan dan kerugian diperkirakan mencapai Rp 7,7 triliun.
Perawatan Psikososial
Perawatan psikososial mencakup berbagai jenis psikoterapi dan pelatihan sosial dan kejuruan, dan bertujuan untuk memberikan dukungan, pendidikan dan bimbingan bagi orang-orang dengan penyakit mental dan keluarga mereka. Perawatan psikososial adalah cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup individu dengan penyakit mental dan keluarga mereka. Mereka dapat menyebabkan lebih sedikit rawat inap dan lebih sedikit kesulitan di rumah, di sekolah dan di tempat kerja.Baca juga info : daftar kursus inggris pare
Tanyakan kepada afiliasi NAMI setempat Anda, pusat kesehatan mental komunitas Anda atau penyedia perawatan kesehatan untuk melihat layanan psikososial apa yang tersedia di komunitas Anda dan apa yang dapat disediakan di bawah rencana asuransi kesehatan Anda.
Pekerjaan yang didukung
Bekerja dapat menjadi langkah penting dalam jalan menuju kesejahteraan dan pemulihan, tetapi tantangan yang datang dengan penyakit mental dapat membuatnya lebih sulit. Namun ada program yang dirancang khusus untuk membantu kesiapan kerja, mencari pekerjaan dan memberikan dukungan di tempat kerja.Manajemen Kasus
Hidup sehat dengan kondisi kesehatan yang rumit (fisik atau mental) dapat memerlukan bekerja dengan sejumlah penyedia medis dan sumber daya dukungan. Manajemen kasus dapat membantu individu mengoordinasikan layanan ini.Ingat bahwa manajer kasus Anda ada di sana untuk bekerja bersama Anda demi keuntungan Anda. Ajukan pertanyaan dan jika Anda tidak memahami jawabannya, tanyakan lagi. Seorang manajer kasus yang baik tidak dapat menjamin Anda akan mendapatkan setiap sumber daya yang Anda terapkan, tetapi dia pasti harus membuat Anda tetap mendapat informasi dan mendengarkan kekhawatiran Anda.

Comments
Post a Comment