Mematikan, Ini Dia Cara Ampuh Cegah Kanker Usus Besar
Mematikan!!! Ini Dia Cara Ampuh Cegah Kanker Usus Besar
http://kursusinggrispare.com/ // Kankerusus besar merupakan salah satu jenis kanker yang menjadi penyebab kematian
utama baik pada laki-laki maupun perempuan di dunia. Bila terabaikan, harapan
hidup selama lima tahun pada pasien kanker usus besar stadium lanjut
diperkirakan hanya sebesar 12 persen. Sebagian kasus kanker usus besar baru
bahkan sudah ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda.
Baca Juga : Kursus
Bahasa Inggris
Kabar
baiknya, penyakit ini dapat dicegah dengan cara-cara yang sederhana. Upaya
pencegahan ini sangat berkaitan dengan modifikasi gaya hidup.
"Gaya
hidup menjadi salah satu penyebab kenapa kanker usus besar tetap bertahan
sebagai penyebab utama kematian," ungkap Dekan FKUI Prof Dr dr Ari Fahrial
Syam SpPD-KGEH MMB FINASIM.
Ari
mengatakan faktor genetik memang menjadi salah satu faktor risiko dari kanker
usus besar. Akan tetapi faktor risiko utama dari kanker usus besar adalah gaya
hidup. Beberapa contoh gaya hidup yang sudah terbukti berkaitan dengan risiko
kanker usus besar adalah konsumsi daging merah dan daging olahan yang tinggi
serta kurang asupan sayur dan buah.
Baca Juga : Info
Kursus Bahasa Inggris
Berdasarkan
temuan ini, Ari mengungkapkan bahwa modifikasi gaya hidup yang sederhana dapat
mencegah dan menekan risiko kanker usus besar. Berikut ini adalah beberapa dari
modifikasi gaya hidup yang dianjurkan Ari.
1. Batasi
daging merah, perbanyak sayur dan buah
Ari
menyadari bahwa belakangan ini muncul beberapa tren pola makan yang mendorong
masyarakat untuk mengonsumsi daging merah secara berlebih dan membatasi buah
karena buah mengandung karbohidrat. Tren ini, lanjut Ari, justru sangat
menyesatkan dan dapat merugikan kesehatan masyarakat.
Untuk
mengendalikan risiko kanker usus besar, konsumsi daging merah sebaiknya
dibatasi. Sebaliknya, konsumsi sayur dan buah sebaiknya ditingkatkan sesuai
anjuran.
2. Jauhi
rokok
Rokok
mungkin lebih sering dikaitkan dengan kanker paru. Padahal, rokok juga termasuk
ke dalam faktor risiko utama dari kanker usus besar. Hal ini berlaku bagi
perokok aktif maupun perokok pasif.
Ari
sendiri menemukan beberapa kasus kanker usus besar pada pasien yang merupakan
perokok pasif. Oleh karena itu, Ari menyayangkan kondisi Indonesia yang masih
menjadi 'surga' bagi para perokok karena mereka dapat dengan mudah mencari
tempat untuk merokok.
"Di
beberapa kota besar di negara maju sudah sulit untuk mencari tempat buat
merokok," jelas Ari.
3.
Kendalikan berat badan dan gaya hidup
Hal lain
yang tak kalah penting untuk dikendalikan adalah berat badan berlebih karena
kegemukan merupakan salah satu faktor risiko kanker usus besar. Terkait
pencegahan kanker usus besar, Ari juga menyoroti pola hidup sedentari dan
kebiasaan minum alkohol yang sebaiknya dihindari.
4. Kenali
faktor risiko, gejala dan pengobatan dini
Kanker
usus besar yang baru ditangani pada stadium lanjut memang hanya memiliki
harapan hidup lima tahun sebesar 12 persen saja. Akan tetapi, kanker usus besar
yang ditangani secara medis sejak stadium awal memiliki harapan hidup yang jauh
lebih besar. Bila tertangani sejak stadium awal, pasien kanker usus besar
memiliki harapan hidup lima tahun sebesar 92 persen.
Karena
tak bergejala di awal, salah satu cara untuk menemukan kanker usus besar dalam
stadium dini adalah dengan melakukan pemeriksaan skrining secara rutin.
Pemeriksaan skrining sangat disarankan bagi orang-orang dengan faktor risiko
kanker usus besar yang tinggi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk
mengenali faktor-faktor risiko kanker usus besar yang dimiliki diri sendiri.
Baca Juga : Kursus
Bahasa Inggris Di Al Azhar Pare
Semakin
lanjut, kanker usus besar akan menyebabkan timbulnya beberapa gejala di mana
salah satunya adalah adanya perubahan pola defekasi. Kondisi ini dapat dilihat
dari mudahnya seseorang mengalami diare atau sembelit secara bergantian. Gejala
lain yang mungkin dialami adalah sakit perut berulang, buang air besar
berdarah, berat badan turun, pucat tanpa sebab yang jelas hingga terdapat
benjolan pada perut ketika diraba.
"Pemeriksaan
kolonoskopi dan dilanjutkan dengan biopsi merupakan metode utama untuk
menemukan kanker usus ini pada usus Anda," papar Ari.
Baca Juga : Daftar Kursus Kampung Inggris Pare

Comments
Post a Comment