Bali Sasar Wisatawan Rombongan Saat Low Season
Bali Sasar Wisatawan Rombongan Saat Low Season
http://kursusinggrispare.com/ // Pelaku pariwisata di Bali menggaet lebih banyak wisatawan yang melakukan
paket perjalanan wisata secara rombongan untuk mengisi musim sepi kunjungan
atau low season. Musim sepi biasanya terjadi pada periode November
hingga 15 Desember 2018. "Kami sasar group series terutama dari
Cina dan Taiwan," kata Wakil Ketua Umum Asosiasi General Manager Hotel
Indonesia (IHGMA) I Made Ramia Adnyana di Denpasar, Selasa (13/11).
Baca Juga : Kursus
Bahasa Inggris
Selain menyasar wisatawan rombongan, pihaknya juga membidik wisatawan
perorangan atau dua orang turis. Menurut Ramia, para pelaku pariwisata di Bali
sudah melakukan promosi jauh-jauh hari di sejumlah negara termasuk di Cina
untuk menyasar wisatawan rombongan tersebut yang biasanya datang menumpangi
pesawat carter.
Baca Juga : Info
Kursus Bahasa Inggris
Dia menjelaskan wisatawan rombongan tersebut dapat mendongkrak sekitar 15-20
persen okupansi hotel saat musim sepi seperti saat ini yang biasanya berkisar
65 persen untuk hotel bintang empat dan lima. "Segmentasi wisatawan itu
porsinya cukup besar biasanya di atas 10 persen dan maksimal 20 persen
tergantung properti yang fokus ke group series," katanya.
Baca Juga : Daftar Kursus Inggris
Ramia yang juga general manager pada salah satu hotel berbintang di dekat
Bandara Ngurah Rai itu menambahkan periode musim sepi kunjungan itu reguler
terjadi setiap tahun. Musim ramai dan sangat ramai kunjungan diperkirakan akan
kembali terjadi mulai 16 Desember 2018 hingga minggu pertama Januari 2019 yakni
periode Natal dan tahun baru.
Baca Juga : Kursus
Bahasa Inggris Di Al Azhar Pare
Meski demikian, periode musim sepi hunian di hotel, kata dia, juga dapat
disiasati dengan menggencarkan program wisata MICE atau wisata konferensi.
Pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia pada Oktober 2018, kata dia, mampu
mendongkrak hunian hotel yang penuh 100 persen.
"Bali punya potensi besar menggaet bisnis wisata MICE. Kami harap
pemerintah melihat potensi besar itu dan menyiapkan infrastruktur yang lebih
maksimal dalam mengantisipasi kegiatan besar berikutnya dan dari aspek ekonomi
juga memberi dampak signifikan," katanya.

Comments
Post a Comment