Industri Rokok Bakal Dihapus dari Daftar Negatif Investasi
Industri Rokok Bakal Dihapus dari Daftar Negatif Investasi
http://kursusinggrispare.com/ // Pemerintah sedang menyusun revisi Daftar Negatif Investasi (DNI). Menteri
Perindustrian Airlangga Hartanto memastikan sejumlah industri akan mengalami
relaksasi dan masuk dalam revisi DNI yang sedang disiapkan pemerintah ini. "Banyak
sekali, ini daftarnya panjang," kata Airlangga saat ditemui seusai rapat
koordinasi membahas revisi DNI di Gedung Kemenko Perekonomian, di Jakarta,
Selasa (13/11).
Baca Juga : Kursus
Bahasa Inggris
Airlangga mengatakan sejumlah industri yang bisa mendapatkan peluang
masuknya modal dari luar antara lain industri manufaktur, karet serta hasil
tembakau. "Industri rokok kita buat relaksasi, agar industri menengah bisa
naik kelas, karena yang menengah sekarang terlalu kecil, tidak bisa naik
kelas," ujarnya.
Meski demikian, ia tidak memaparkan sektor industri lainnya yang bisa
memperoleh relaksasi, karena semua masih dalam tahapan finalisasi. Selain di
sektor perindustrian, relaksasi untuk mendorong investasi tersebut juga akan
dilakukan di sektor jasa transportasi yang saat ini sedang tumbuh pesat.
Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan
Perhubungan Kementerian Perhubungan Cris Kuntadi mengatakan salah satu usulan
relaksasi adalah adanya keterbukaan bandara udara atau pelabuhan laut.
Baca Juga : Info
Kursus Bahasa Inggris
Namun, usulan untuk peningkatan modal asing dari sebanyak 49 persen pada dua
obyek vital jasa transportasi tersebut, masih dalam tahapan pembahasan, karena
menurut Undang-Undang tidak dimungkinkan. "Kalau dikuasai asing, nanti
misalnya kita perlu untuk kebutuhan mendesak, seperti bencana atau persoalan
keamanan, dapat menjadi riskan," kata Cris.
Selain itu, usulan lainnya dalam sektor jasa transportasi adalah kemungkinan
adanya peningkatan peran kepemilikan asing dalam jasa angkutan multimoda.
"Itu kan diatur juga 49 persen tapi nanti kita kaji apakah memungkinkan
masih diberikan lebih dari itu," ujarnya.
Menurut rencana, finalisasi draf revisi DNI yang bertujuan untuk
menggairahkan kinerja investasi, yang sempat lesu pada kuartal III-2018, akan
dimatangkan pada Jumat (16/11).
Baca Juga : Daftar Kursus Inggris

Comments
Post a Comment