Pertamina Geothermal Realisasikan Investasi 221,6 Juta Dolar
Pertamina Geothermal Realisasikan Investasi 221,6 Juta Dolar
https://kampunginggrisalazhar.co.id/ // Pertamina Geothermal Energi (PGE) anak usaha dari PT. Pertamina (Persero)
hingga September ini sudah merealisasikan investasi disektor panas bumi hingga
221,6 juta dolar. Realisasi ini sudah 80 persen dari target 2018 yang mencapai
227 juta dolar.
Baca Juga : Kursus
Bahasa Inggris
Direktur Utama PGE, Ali Mundakir menjelaskan investasi yang dilakukan PGE
adalah pengembangan sumur panas bumi dan pembangunan pembangkit listrik tenaga panas
bumi (PLTP). Untuk pengembangan sumur sendiri kata Ali, PGE sedang
mengembangkan titik ke 92.
"Kita juga sedang mengembangkan PLTP Lumut Balai Unit 1," ujar
Ali. Ali menjelaskan untuk investasi sumur baru sendiri saat ini memang PGE
sedang melakukan langkah baru. Apabila selama ini sumur panas bumi berada di
kedalaman 400 - 500 meter dibawah tanah, maka kini PGE sedang mengembangkan
sumur yang ada di bawah 3.000 meter dari permukaan tanah.
Baca Juga : Info
Kursus Bahasa Inggris
Pengembangan sumur ini kata Ali merupakan hal baru bagi teknologi panas
bumi. Karena penelitian sementara, reservoar (cadangan) panas bumi masih ada di
kedalaman yang lebih dalam. Hanya saja kata Ali, PGE belum bisa langsung
mengebor, karena sample uap dan fluida yang ada perlu dilakukan serangkaian tes
dulu.
Baca Juga : Daftar Kursus Inggris
"Kita perlu tes lagi dulu. Hal ini agar kita bisa tau, seperti apa
karakteristik uapnya. Apakah cocok untuk pembangkit. Berapa produksi
maksimalnya. Kita masih kembangkan terus," ujar Ali.
Meski sudah mencapai 80 persen, Ali tak menampik dalam realisasi investasi
PGE memang masih dihadapkan beberapa tantangan. Ali menjelaskan kemungkinan
realisasi investasi anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak dalam
pengembangan panas bumi tersebut terhambat beberapa bulan kedepan, sehingga
sampai akhir tahun target investasi tida tercapai.
Baca Juga : Kursus
Bahasa Inggris Di Al Azhar Pare
"Mudah-mudahan bisa terealisasi semua, paling tidak di atas 90 persen.
Itu untuk pemboran sumur pengembangan dan proyek PLTP Lumut Balai unit
satu," kata dia.
Ali mengungkapkan, potensi realisasi target investasi tidak tercapai
disebabkan pengeboran dua sumur yang tertunda, di
Lahendong dan Tompaso, Sulawesi Utara. Penundaan pengeboran karena PGE belum
mendapat hasil dari pengeboran sumur sebelumnya.
Baca Juga : Info
Kampung Inggris Pare
"Kita biasanya tidak terealisir ada yang kita tunda, ada dua sumur di
Lahendong dan Tompaso. Karena menunggu hasil pengeboran sumur sebelumnya,"
ujar Ali.
Untuk total produksi uap panas bumi sendiri hingga akhir tahun Ali
menjelaskan tidak akan bisa mencapai 100 persen atau 4.350 GW per hours. Ali
menjelaskan paling tidak hingga akhir tahun PGE hanya bisa merealisasikan 96
persen dari target produksi.
Baca Juga : Daftar Kursus Kampung Inggris Pare
Ali menjelaskan hal ini ada beberapa hal. Pertama, kebutuhan PLN atas uap
panas bumi berkurang. Disatu sisi, kata Ali beberapa sumur memang sedang
mengalami perbaikan. Hal ini salah satunya sumur Karaha yang memang mundur dari
jadwal onstream.
"Harusnya awal tahun sudah bisa operasi ya, jadi lumayan untuk nambah
produksi. Tapi realisasinya sepertinya baru bisa April tahun depan," ujar
Ali.

Comments
Post a Comment